Posted by : Mieft Aenzeish Thursday, 28 March 2013


Kisah Mengharukan di Balik Foto Anak Menggendong Ibunya



Beberapa waktu yang lalu, sebuah foto yang menyentuh hati tersebar di internet. Foto itu menggambarkan seorang pria yang menggendong wanita lanjut usia dengan kain gendongan, seperti seorang ibu yang menggendong anaknya. Foto itu begitu mencuri perhatian dan banyak orang yang bertanya, siapa dia? Siapa yang digendongnya? Apa yang sedang mereka lakukan?

Foto tersebut rupanya adalah foto seorang pria yang sudah berusia 62 tahun dan bernama Ding Zhu Ji. Ia sedang berada di salah satu rumah sakit di China untuk mengantarkan ibunya. Sang ibu yang sudah berusia sangat tua, ringkih dan mengalami patah tulang, akhirnya digendong oleh Ding Zhu Ji ke rumah sakit. Ia melakukannya karena berpikir bahwa menggendong ibunya ke rumah sakit akan lebih cepat sampai dan dirinya tidak akan merasa terlalu lelah walau menggendong ke sana.

Pria ini sama sekali tak menduga bahwa apa yang ia lakukan akan mencuri perhatian banyak orang. Pemandangan yang begitu menyentuh ini kemudian diabadikan oleh seseorang dalam bentuk foto yang kini beredar luas di internet. Selain itu, CCTV rumah sakit juga sempat merekam momen di mana pria ini menggendong ibunya yang nampak seperti bayi.

Sang ibu saat ini sudah berusia 85 tahun, namun Ding Zhu Ji mengisahkan bahwa ia sangat berhutang budi pada ibunya. Saat masih mengandung Ding Zhu Ji usia 6 bulan, keduanya nyaris dilempar ke laut karena sang ibu tidak sengaja menghilangkan kartu identitas naik perahu bersama prajurit Taiwan. Banyak orang yang memohon agar ibu Ding Zhu Ji yang sedang mengandung itu tidak dilempar ke laut, hingga detik-detik menegangkan itu berubah melegakan karena ada orang yang menemukan kartu identitas mereka.

Ding Zhu Ji yang mendengar kisah itu dari ibunya menjadi semakin sayang pada wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya tersebut. Meski merupakan anak sulung, dirinyalah yang paling dekat dengan sang ibu. Bahkan hingga setua ini pun, ia masih merawat sang ibu. Ding Zhu Ji juga merasa bersalah karena tak menjaga ibunya dengan baik sehingga mengalami patah kaki kiri. Ding Zhu Ji pernah sangat ingin membawa ibunya yang sudah menua dan mulai pikun untuk pulang dan menemui saudara di Tiongkok. Sayangnya sebelum itu sempat terjadi, sang ibu sudah kehilangan ingatannya dan hal itu membuatnya sangat menyesal.

Anda pasti pernah sejenak mengingat masa kecil Anda, kemudian membandingkannya dengan masa sekarang di mana Anda sudah dewasa dan bisa memilih serta memutuskan apa yang Anda inginkan. Masa kecil Anda dengan orang tua yang menimang dan menyayangi, sesekali memarahi dan membuat kita menangis atau kesal. Namun semua itu pada dasarnya adalah wujud kasih sayang orang tua yang ingin selalu bisa melindungi anaknya.

Lantas, sudah berbuat apakah kita pada orang tua? Bayangkan bila kita tua nanti. Kita bukan lagi sosok yang kuat dan bergairah seperti sekarang. Kita sudah menjadi sosok yang rapuh dan perlahan tapi pasti, usia akan memundurkan semua kemampuan kita. Kita akan kembali seperti bayi yang butuh pertolongan anak-anak kita.

Ding Zhu Ji adalah sebuah inspirasi nyata mengenai anak yang berbakti pada ibunya. Bagaimanapun orang tua kita sudah menua dan pikun, dahulunya mereka adalah orang yang selalu menuntun kita berjalan, mengajari kita bicara, tempat berlindung dan mencurahkan air mata, tempat bermanja yang tulus dan menyayangi kita. Berbaktilah pada orang tua. Lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan mereka selagi kita masih bersama mereka.

Tunjukkan kehadiran Anda yang tersenyum tulus padanya. Maka tak ada yang lebih membahagiakan kedua orang tua Anda selain anak-anaknya yang masih mengingat dan menyayangi mereka.

Dikisahkan kembali kisah nyata ini, untuk bisa kita ambil hikmahnya bersama, semoga.

Sumber: Fb Save Palestine


2 komentar

  1. Jujur, saya blom bisa seperti itu.
    Dua jempol buat anak yang sperti itu.
    Jadi terharu ;-(

    ReplyDelete

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (kertaskita.com)


"jika kau bertanya sejauh mana cinta membuat bahagia, biarlah kukatakan kepadamu; tidak. cinta tidak membuatku bahagia dan tidak pula membuatku merana. ya, kerna bukan cinta yang membuatku bahagia, melainkan fakta bahwa engkau mencintaiku dan aku mencintaimu. bisa kaupahami ini?" ~ TIMUR SINAR SUPRABANA

Popular Posts

Blog Archive

Daftar Unggulan

Kumpulan Puisi Kiriman Sahabat sajak Timur Sinar Suprabana Mieft Aenzeish Puisi Sitok Srengenge ~SAJAK~: Setyo Widodo Cerbung Revalina Ranting Puisi WS. Rendra Puisi Chairil Anwar Puisi Hang Ws Karang Indah Karya Abdullah Nafeeza Al-Anshary Catatan Gunawan Budi Susanto Puisi Martinus Sihwanto Karya Heru Yogo Purnomo puisi Marlin Dinamikanto Egga Hardikta HUMOR Puisi Nano Suyatno Cerpen A.S. Laksana Puisi Beno Siang Pamungkas Puisi DG Kumarsana Puisi Eko Tunas Puisi GusMus Mp3 Download Gratis Puisi Mieft Aenzeish mp3 Download gratis Cerbung Vicio Rizky Muhammad Hasyim Puisi Klara Akustia BERTANYA KEPADA GUSDUR ~ oleh Nugroho Suksmanto BIOGRAFI SASTRAWAN INDONESIA Cerbung Rini Purnomo Pengertian Sastra Puisi Fasih Radiana Mp3 Puisi GusMus Sajak AD Donggo puisi Poetih Dekil Abdullah Ali Beno Siang Pamungkas Catatan GusMus Cermin Mieft Aenzeish Cerpen DP Anggi Cerpen Gunawan Budi Susanto {Kang Putu} Cerpen Nugroho Suksmanto DIALOG PRESIDEN oleh Poncowae Lou KISAH CINTA Kata-Kata Bijak Motifasi dan Renungan PARODI HUKUM INDONESIA Puisi Johar Arifin Art Puisi NWU Gabriel Genesis Puisi Poncowae Lou puisi Abdullah Ali ANTOLOGI CERPEN SAHABAT Catatan Marlin Dinamikanto Catatan Poetih Dekil Catatan Sitok Srengenge Cerbung Rindu Menemu Basuh Cerbung Veteran Yang Terabaikan Cerpen A.A. Navis Cerpen Dgkumarsana Kum Cerpen Fink RisQi Cerpen Mieft Aenzeish Download KBBI Terbaru 2013 E-Book Karya Harun Yahya E-Book ~ Ilmu Untuk Jadi Orang Kaya Kumpulan Esai Kiriman Sahabat Nabi Adam AS Puisi HY Purnomo Puisi Indah karya Gunawan Maryanto karya Putu Wijaya karya terbaik Jalaluddin Rumi
Copyright © 2012 - 2015 Sastra Indonesia |desain oleh Renadel Dapize