Facebook-mu Jadi Jembatan untuk Berteman, Bukan untuk Menentukan Pilihan




Khalid berkata : "Biarlah facebook-mu menjadi jembatan untuk berteman, bukan untuk menentukan pilihan. Kecuali kepada seseorang yang ketika engkau inginkan lebih dekat mengenal, memintamu datang menemui kedua orangtuanya. Jika tidak, maka dia hanya embun segar yang sebentar kan hilang bersama hangat mentari."

Aku menjawab : "Mmm baiklah sahabatku, nasihat baikmu kusimpan."

Kemudian Khalid melanjutkan : "Dan ini yang menjadi pertanyaanku, bukankah di Bandung begitu banyak keindahan? Hampir setiap sudut desanya bisa kau temui wanita single nan cantik jelita? Tidak adakah yang bisa membuatmu tumbuh dalam gejolak cintanya?"

Aku menjawab : "Hampir setiap hari memang kutemu keindahan itu, namun justru jadi serupa mencari biji emas diantara pepasir, sangat sulit."

Khalid menyangkal : "Tidak! Aku yakin tidak sulit bagimu. Bukankah kau bisa membaca karakteristik mereka?"

Aku menjawab : "Tidak. Tidak! Dalam hal ini apa yang kubisa tidaklah berlaku. Sebab bukankah kau tahu, untuk melihat agamanya tidak dengan cara itu. Setidaknya aku harus mengenal teman dekatnya dan keluarganya."

Khalid kembali bertanya : "Lalu kapan kau akan mencari? Dan kemudian menanyakan tentang hal itu?"

Aku menjawab : "Entahlah, yang pasti sampai saat salah satu diantara mereka mukim dalam kehidupan istikhorohku."

Khalid berucap : "Allahumma aamiin. Kudoakan. Insyaallah ijabah."

Aku berkata : "Terima kasih sahabatku, mari kita ke masjid untuk sholat isya dan tarawih."


Khalid menjawab : "Mari!."




13-06-2017 ~ Bandung



0 Response to "Facebook-mu Jadi Jembatan untuk Berteman, Bukan untuk Menentukan Pilihan"

Post a Comment

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu.