ENAM SAJAK TIMUR SINAR SUPRABANA






Timur Sinar Suprabana:





hai!



hai! kini

hendak ke mana lagikah kalian, saudara?



negeri

telah menjelma Malam

telah pula bikin Hati jadi kelam



lihat,

lihatlah, lihat

tak lagi ada yang kita bisa pandang, bukan?

sebagaimana tak lagi ada

yang kita layak kenang



semua

segala

membimbang



hilang Benderang

:kerna membinatang......





kapan





kapan pergi

duka Dalam ini



dari negeri....







merpati





telah Terbang merpati

dari hampir semua hati



yang kita punya kini



tinggal Api

.....







perahu





perahu negeriku tak merapat

di Tambat urat



tepian

hanya harapan



bahkan kehampaan, bukan?







mati





di sini

mati Tewas di hati



berkubur api



itulah sebab

hidup

Redup.







jangan! o, Jangan!



Sungguh



tak kan sudah cintaku

gelisah baraku

meruah degabku



jangan!

o, Jangan pilu



negeriku!